Loading...

Minggu, 03 Januari 2010




I. Latar Belakang

Perkembangan bisnis usaha makanan merupakan salah satu bisnis yang sangat diminati oleh masyarakat, karena makanan sebagai kebutuhan untuk kelangsungan hidup yang akan terus dicari. Apalagi makanan yang akan kita sajikan adalah makanan yang sehat dan diminati banyak orang. Warung sambel yang ingin kami dirikan ini mempunyai banyak kekuatan yang mungkin dapat di jadikan usaha yang cukup maksimal diantaranya tempat yang sangat strategis, makanan yang mensepesialkan sambel sebagai menu utama dengan cukup banyak penggemarnya.

Warung Sambel selain dengan aneka sambel juga dilengkapi dengan lauk pauk yang berprotein. Kebersihan juga menjadi salah satu hal terpenting dalam warung kami, karena menurut kami kebersihan sebagian dari iman dan menyehatkan. Warung yang menyajikan beraneka macam sambal dan lauk yang berprotein merupakan sasaran bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat pecinta sambal. Khususnya Kota Yogyakarta yang digandrungi oleh banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah baik luar kota maupun luar pulau.

II. Konsep Bisnis

A. Rencana Bisnis

Dalam perencanaan konsep bisnis Istana sambel dalam sistem produksinya cabe dibeli dari petani cabe, kualitas yang baik menjadi salah satu pilihan kami dengan didukung harga dan jarak tempuh yang murah dan mudah. Untuk lauk pauk kami peroleh dari peternak atau petani yang berkualitas baik.

Proses pembuatan menu dan cara penyajian yang bersih dan menarik menjadi andalan di Istana sambel kami. Begitu juga dengan harga yang sangat terjangkau dapat meringankan para pembeli khususnya pelajar dan mahasiswa. Untuk pemasaran sendiri kita melakukan berbagai iklan seperti panflet, poster,dan menggunakan cara tradisional yaitu dari mulut ke mulut atau orang ke orang. Begitu juga di lengkapi dengan promo harga murah untuk menarik para konsumen yang datang ke istana sambel yang kita miliki. Usaha ini juga akan mengalami perkembangan dengan membuka cabang-cabang di berbagai daerah.

Analysis SWOT

· Strength (Kekuatan bisnis/konsep bisnis)

o Mempunyai ciri khas menu yang berbeda dengan warung makan yang lainnya yaitu special sambel yang menggugah selera makan.

o Tempatnya strategis dan mempunyai cabang di mana-mana sehingga mudah untuk di kunjungi

o Rasanya sangat mantap

o Harganya cukup murah ,terjangkau, Pelayanan memuaskan, rapi dan bersih serta panas.

· Weaknesses (Kelemahan)

o Tidak cocok buat orang yang tidak suka cabai intinya untuk orang tertentu saja

o Cabangnya kurang banyak

· Opportunities (Peluang)

o Di gemari nak muda dan orang-orang yang suka dengan sambel

o Tempat untuk mengespresikan diri atau menghilangkan BT

o Ciri khas menu yaitu sambel menjadikan usaha ini sangat menjanjikan.

o Cabang yang semakin banyak membawa konsumen mudah mendatanginya.

· Threats (Ancaman)

o Banyak saingan diluar sana

o Harga yang naik atau tidak stabil bisa membinggungkan pengusaha ss untuk menentukan harga.

o Cabang warung yang belum menyebar di berbagai daerah khususnya jogjakarta.

III. Analisis Kelayakan Bisnis

A. Kelayakan Teknis

Untuk kelayakan teknis dalam usaha kami dilaksanakan dengan cara pembuatan yang selalu baru dan fresh. Sambel yang di buat hari ini tidak bisa di hidangkan besok lagi sehingga selalu baru. Untuk lauk pauknya juga selalu baru.

Istana sambel menyajikan aneka sambel yang mempunyai aneka macam rasa dan ciri khas yang berbeda. Untuk cara kerja pembuatan sambel yaitu dengan cara di tumbuk secara tradisional. Untuk lauk pauknya di masak dengan cara di goring dan bakar.

B. Kelayakan Ekonomi

1. Analisis Keuntungan

Modal usaha berasal dari tabungan masing-masing orang yang terlibat dalam usaha ini. Jadi warung ini bukan milik pribadi tetapi perkongsian dengan teman-teman saya yang dapat dipercaya. Untuk keuntungan yang diperoleh dapat dilihat dari aneka menu, seperti harga nasi, lauk, sambel dan aneka pelengkap lain nya.

a. Pengeluaran

· Beras 10kg x 5500 =Rp.55.000 (100 porsi)

· Cabe 2,5kg x 15.000= Rp.37.500

· Bumbu =Rp.20.000

· Gas elpiji 3kg, 2 tabung x 13.500 =Rp.27.000

· Minyak goreng 2liter x 9.000 =Rp.18.000

· Sayur atau lalapan =Rp 10.000

· Gula 2kg x 10.000 =Rp.20.000

· Teh =Rp.3.000

· Jeruk =Rp. 10.000

· Lain-lain =Rp 10.000

· Lauk pauk :

ü Ayam 2kg x 22.000 = Rp.44.000 (20 porsi)

ü Lele 2kg x 15.000 = Rp.30.000 (25 porsi)

ü Puyuh 10 ekor x2500 =Rp.25.000 (10 porsi)

ü Bawal 2,5kg x 10.000 =Rp 25.000 (10 porsi)

ü Telur 2kg x 12.000 =Rp.24.000 ( 30 porsi)

ü Tempe + tahu =Rp.20.000

Total =Rp 378.500x30 hari=Rp 11.355.000/bln

b. Penerimaan (harga x jumlah penjualan)

· Aneka sambel 1000x100=Rp 100 000

· Nasi putih 2000x100= Rp 200 000

· Lauk pauk

ü -ayam 20 porsi x 5000 = Rp100.000

ü -Lele 25 porsi x 3000 = Rp.75.000

ü -puyuh 10 porsi x6000 =Rp.60.000

ü -Bawal 10 porsi x 6.000 =Rp 60.000

ü -Telur 30 porsi x 2.000 =Rp.60.000

ü -Tempe + tahu 20 porsi x 2000 =Rp 40.000

· Minuman

ü Teh 50 xRp 1500 =Rp 75.000

ü Jeruk 50 xRp 1500 =Rp 75.000

Total penerimaan =Rp 845.000x30 hari=Rp 25.350.000/bln

c. Biaya -biaya

  • Sewa gedung = Rp 12.000.000/th :12 =1.000.000/bln
  • Gaji karyawan = Rp 300.000x 7orang=Rp 2.100.000/bln
  • Listrik dan air =Rp 100.000/bln
  • Lain-lain =Rp 10.000/bln

Total Biaya =Rp 3.210.000

d. Keuntungan = penerimaan – (pengeluaran + biaya)

· Keuntungan = ( Rp 25.350.000.00 – (Rp 11.355.000.00 + Rp 3.210.000) )= Rp.10.785.000.00